Kekasih. Kumengadu
karna aku gelombang yang sendiri
telah kuhantam karang bersama-Mu
karena-Mu, kusayat-sayat lukaku
kupencar-pencarkan ke pantai
Kutanam hingga ke dasar-dasar pasir
pun, kesendirian ini kian menggila
menggali ngilu dalam dagingku
Kekasih, aku adalah ombak yang setia
jika Engkau adalah darah
dalam gemuruh
gelora-gelora ini
/* di ambil dari Kumpulan puisi Bustan Basir Maras dalam bukunya Mata air Mata darah




