RUMAH DI TEPI LAUT

Ikon

Hanya Hati Yang Bisa Menggerakkan Aku Untuk Menulis

EMAK INGIN NAIK HAJI

Plot :Emak, wanita usia lanjut yang sabar, tulus, dan penuh kebaikan hati, seperti umat Islam lainnya, sangat ingin menunaikan ibadah haji. Sayangnya, Emak tidak memiliki biaya untuk mewujudkan keinginannya. Emak sehari-hari berjualan kue dan juga dari Zein, anaknya yang duda, penjual lukisan keliling. Walaupun Emak tahu bahwa pergi haji adalah hal yang sulit diraih, Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak, berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak.

Tapi, keterbatasannya sebagai penjual lukisan keliling, serta masalah-masalah yang diwarisinya dari perkawinannya yang gagal, menyebabkan Zein hampir-hampir putus asa dan nekat. Sementara, tetangga Emak yang kaya raya sudah beberapa kali menunaikan haji, apalagi pergi umroh. Di tempat lain ada orang berniat menunaikan haji hanya untuk kepentingan politik Baca entri selengkapnya »

Filed under: Community Development, Motivasi, Oase, , ,

Bambu Berguna Untuk Penanganan Pasca Bencana

Bandung – Pemanfaatan bambu untuk menunjang kehidupan manusia kebanyakan masih digunakan secara sederhana. Di Indonesia sendiri pemanfaatan bambu terutama hanya digunakan pada berbagai perabot tradisional saja. Hal ini membuat nilai guna, seni, maupun ekonomi bambu yang banyak terdapat di Indonesia menjadi stagnan.

Salah satu potensi bambu adalah dapat digunakan untuk penanganan pasca bencana. Karena bambu merupakan material yang elastis dan mampu menahan beban yang berat jika dibentuk dengan baik, tumbuhan ini dapat dimanfaatkan menjadi berbagai alat yang dapat membantu penanganan bencana yang banyak terjadi di Indonesia.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Community Development, Disaster, Motivasi, , , , , , , ,

Gempa Papua Tewaskan Bayi Usia 5 Bulan

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional Priyadi Kardono menyatakan korban tewas tertimpa reruntuhan rumah ketika keluarganya berusaha menyelamatkan diri.

JAKARTA- Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Ritcher (SR) yang mengguncang Papua kemarin mengakibatkan tiga korban tewas. Salah satunya seorang bayi yang baru berusia lima bulan.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional Priyadi Kardono menyatakan korban tewas tertimpa reruntuhan rumah ketika keluarganya berusaha menyelamatkan diri di Kabupaten Yapen Waropen, Papua.

“Seorang wanita juga tewas, beberapa orang lain dilarikan ke rumah sakit, dan sekira 500 rumah rusak,” ujarnya seperti dilansir dari Associated Press, Kamis (17/6/2010).

Sumpeno Yuwono, salah seorang petugas SAR menyatakan, lebih dari 10 rumah rata dengan tanah akibat gempa. Sementara puluhan rumah di Selatan Pantai Yapen Waropen rusak parah. “Itu jika laporan dari para kepala desa valid,” ujarnya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Community Development, Disaster

Gempa Goyang Mataram, Warga Berhamburan

Gempa sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

Pusat Gempa Sumbawa (usgv.gov)

VIVAnews — Gempa berkekuatan cukup besar menggoyang kota Mataram, pagi dini hari pukul 03.20 Wit. Meski berlangsung singkat, gempa sempat menggetarkan dinding dan kaca jendela rumah warga, Jumat 2 April 2010.

Pantauan VIVAnews di Mataram, meski cukup kuat dirasakan namun gempa tidak menimbulkan kerusakan apapun, tapi sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Mataram mengatakan, belum memperoleh data resmi dari BMG pusat. “Nanti kita lihat dulu, kami belum memperoleh laporan dari BMG pusat,” kata petugas BMG di Mataram, Jum’at 2 April 2010.

Gempa yanmg terjadi di NTB ini merupakan gempa susulan yangm terjadi pada tanggal 31 Maret lalu NTB, dengan kedalaman 62 Km Tenggara Sumbawa Besar. Hingga berita ini diturunkan aktivitas masyarakat di Kota Mataram masih normal.

Laporan: Edy Gustan | NTB

Filed under: Community Development, Disaster, Tak Berkategori

DEA says Afghan opium seizures soar in 2009

Afghan policemen stand guard near a pile of burning drugs in Herat city in June 2009. Afghanistan, the world?s biggest producer of opium, has also become a major source for cannabis, overtaking Morocco as the top producer of hashish, the UN's Office on Drugs and Crime said Wednesday.

KABUL – Opium seizures in Afghanistan soared 924 percent last year because of better cooperation between Afghan and international forces, the top U.S. drug enforcement official said Thursday. The Taliban largely funds its insurgency by profits from the opium trade, making it a growing target of U.S. and Afghan anti-insurgency operations. Afghanistan produces the raw opium used to make 90 percent of the world’s heroin.

The U.S. Drug Enforcement Administration now has 96 agents in the country who joined with Afghan counterparts and NATO forces in more than 80 combined operations last year, acting DEA administrator Michelle Leonhart said at a news conference in Kabul. “That is the success of bringing the elements, civil, military Afghan partners together,” Leonhart said. Leonhart did not give figures for total amounts of drugs seized but said the increase was 924 percent between 2008 and 2009.

International groups estimate that only about 2 percent of Afghanistan’s drug production was blocked from leaving the country in 2008 for markets in Central Asia and Europe. The booming drugs trade has compounded Afghanistan’s many problems and deepened Western concern about the war-battered country’s future and hopes it can emerge as a peaceful democracy. In a sign of President Hamid Karzai’s increasingly tetchy relations with key international allies, the Afghan leader on Thursday accused U.N. and European Union officials of interfering in last year’s flawed presidential elections.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Community Development, Disaster, Opini

“Remunerasi, Apakah Depkeu Paling Hebat?”

Usut Mobil Dinas Pejabat : Harry Azhar Azis (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Kebijakan remunerasi atau kenaikan penghasilan secara besar-besaran bagi pegawai di Departemen Keuangan terus dipersoalkan menyusul terbongkarnya kasus makelar pajak Gayus Tambunan. Sejumlah anggota DPR, termasuk Wakil Ketua DPR bidang Kordinasi Ekonomi dan Keuangan, Anis Matta mendesak dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap program remunerasi karyawan Departemen yang kini berubah nama menjadi Kementerian Keuangan itu.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua Badan Anggaran DPR, Harry Azhar Azis saat dihubungi VIVAnews, Rabu malam, 31 Maret 2010. Menurut dia, program reformasi birokrasi yang dilakukan di Kementerian Keuangan memang terdapat banyak kelemahan.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Community Development, Oase, Tak Berkategori

Ada Darah Babi di Filter Rokok

Satu merek rokok dipasarkan di Yunani dipastikan mengandung darah babi

ilustrasi rokok (www.dicts.info)

VIVAnews – Seorang peneliti di Australia melansir penelitian mengenai rokok yang diduga mengandung darah babi. Kandungan babi yang diharamkan umat Islam ini ditemukan di filter rokok.

Profesor di bidang Kesehatan Publik, Universitas Sydney, Simon Chapman, menunjuk pada riset terbaru yang mengidentifikasi 185 penggunaan hemoglobin atau bagian darah babi, termasuk dalam pembuatan filter rokok. Penemuan ini, kata Chapman kepada News.com.au, bisa berdampak pada kelompok Islam dan Yahudi.

“Komunitas Yahudi jelas akan menilai masalah ini sangat serius dan komunitas Islam akan menilainya sangat mengganggu,” kata Chapman, Rabu 31 Maret 2010.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Community Development, Disaster, Opini, Tak Berkategori

UN SMA, 99 Persen Bocoran Cocok

KEDIRI, KOMPAS.com – Pengusutan terhadap beredarnya kunci jawaban ilegal ujian nasional (UN) tingkat SMA di Kota Blitar oleh aparat Polresta mulai membuahkan hasil. Ternyata 99 persen kunci jawaban itu cocok dengan hasil pengerjaan soal. Akurasi bocoran kunci jawaban itu diketahui setelah aparat kepolisian membandingkannya dengan hasil pengerjaan soal UN oleh para guru.

“Dari hasil perbandingan tersebut, diketahui bocoran jawaban melalui pesan singkat atau SMS yang beredar, sekitar 99 persen cocok atau sesuai dengan jawaban yang benar menurut pengerjaan para guru yang dikoordinasi pihak Dinas Pendidikan Daerah (Dikda),” kata Kasat Reskrim Polresta Blitar, AKP Purdiyanto, Minggu (28/3/2010). Purdiyanto menambahkan, pencocokan memang tidak mungkin dilakukan dengan kunci jawaban UN yang asli. Sebab, kunci jawaban yang asli tidak bisa diminta sembarangan tetapi harus harus dengan seizin Dinas Pendidikan provinsi. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Community Development, Motivasi, Oase, Opini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.