RUMAH DI TEPI LAUT

Ikon

Hanya Hati Yang Bisa Menggerakkan Aku Untuk Menulis

PESTA KUPU KUPU

Aku bertemu kisah di pesta kupu-kupu :
Yang ditemani selir-selir pemuja
menyihir sauh agar berbelok
dan menyapa penenun senja hari

Ketika abdi bulan
tak lagi menjadi sasaran anak panahku
Atau saat pagi hendak melupakan pagi
secara perlahan

Bukan hanya kesempurnaan yang setia
menemani seonggok lentera putih
Dan senja biru yang menjadi latar
panggung sendra tari

Aku membiarkan sepasang merpati berperang
Besujud pada hujan
Memohon pada awan
Hingga sayap mereka rusak digerogoti rayap
Atau paruh mereka bisu oleh waktu

“Aku tak mempersiapkan nisan”
rintih gerimis dari senja negeri seberang

Sejak subuh tadi
aku telah mencipta ribuan fatamorgana
Barangkali ilusi
yang tersesat di tengah rimba
atau di kedalaman lautan

Tapi tetap saja peri-peri dideras cahaya itu
tak mampu melelehkan 180 grafiti tentang kasih

Kemarin aku tulisi telapak tangan anak Tuhan
Menyuruh tuannya untuk menyalami angin
yang melukis pada sayap-sayap bekas karat

Dan tadi angin menangis
Seseorang tak kunjung bangkit dari pembaringan

“Matahari mencari jejak musim semi” bisik hujan cemara

Aku bertemu kisah di pesta kupu-kupu :
Yang disambut penghuni sejarah
masih menangisi guguran musim semi
dan berdiri di tengah perempatan

created   : sepriadi
date        : Malam penghujung tahun baru 2007 01:15 wib

Filed under: Sajak Dan Puisi

One Response

  1. udh tau kan mengatakan:

    puisinya bgs dha gt aja ko’ commentna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: