RUMAH DI TEPI LAUT

Ikon

Hanya Hati Yang Bisa Menggerakkan Aku Untuk Menulis

Sebuah Pengakuan

Kota ini terasa sorga bagiku saat ini
Semua jalan di kota ini
Seperti nya hanya satu
Semua menuju rumah mu

To : Fitri sari gustian

Tak banyak yang bisa ku katakan padamu tentang ceritaku yang kemaren di waktu aku menelpon mu seperti biasa. Tentang kamu yang bisa menerima aku apa adanya. Tentang kata-kata cinta darimu yang tak pernah berhenti keluar dari bibir ranummu yang selalu ingin kucium waktu rindu dengan dirimu, setelah aku bercerita begitu banyak tentang diriku. Tentang diriku, rahasia hidupku, tentang tanah kelahiranku, tentang apa dan siapa diriku yang hanya segelintir orang yang aku beritahu tentang rahasia ini. Semuanya terasa serba sempurna hari ini, kau dan aku menjadi satu dalam kisah ini.
Cerita itu hanyalah sebuah bentuk kecemasan bagi diriku, engkau belum lah tahu terlalu banyak tentang siapa diriku. Siapa aku, mengapa aku, bagaimana aku, kamu hanya tahu aku mencintaimu terlalu dalam. Terbuai dengan kata-kata manis cinta yang saat ini memabukan kita berdua. Dan aku pun begitu, aku tak bisa keluar dari lobang yang aku gali sendiri.

Awalnya begini :

Pagi itu aku menelpon mu lagi seperti biasa, sebagai wujud rasa rinduku padamu walau baru kemaren kita bertemu tapi hati ini tak bisa tidak di tahan untuk hanya mendengar suaramu dengan di bungkus alasan untuk menanyakan apa kabar mu hari ini…? Aku ingin bercerita sesuatu hal yang penting denganmu, tentang siapa diriku agar kamu tahu siapa sesungguhnya diri ini. (ctt:”aku tak pernah bisa berkata apa-apa bila di dekatmu selain hanya kata cinta padamu, maaf bila lewat telpon ini aku utarakan kisah ini”)

Aku ingin memberimu pilihan setelah kamu tahu siapa diri ini, pilihan untuk memilih untuk tetap tinggal atau terus berlayar dan mencari dermaga lain yang sesuai dengan kapalmu. Aku ingin tahu reaksi dan jawabanmu agar kamu tak salah arti di akhir nanti.
Aku ingin kamu berpikir agak sedikit realistis hari. Aku bukan ingin menanyakan komitmenmu, tentang untuk selalu bersama walau apapun masalah yang kita hadapi. Semua masalah pasti bisa di selesaikan dan di bicarakan asal kita tetap bersama katamu, bukan itu masudku… sungguh, tak ada niat di hatiku untuk begitu.

Sari.. aku hanya ingin kamu tahu, apakah aku cukup pantas untuk dirimu. Seorang anak manusia yang tak punya banyak kelebihan untuk di banggakan di depanmu. Seorang lelaki sederhana yang terlahir dari keluarga biasa-biasa saja nun jauh di sebuah nagari kecil yang tak pernah kamu kenal yang mungkin hanya pernah kamu dengar dari sedikit ceritaku saja. Seorang anak kampungan yang tengah berjuang dan bergulat di tengah kota yang masih budayanya sendiri. Berjuang demi harapan kedua orang tua, saudara, dan dirinya sendiri yang belum juga pasti. Walaupun sekarang sudah sedikit bisa berdiri dengan kaki sendiri dengan sedikit bangga. Aku hanya ingin kamu tahu itu…( cerita nya panjang, untuk yang lainnya bukan untuk konsumsi publik hanya untuk kami berdua.. maaf)

Mencintaimu
mencintaimu adalah seperti berseteru dengan waktu
hingga kurelakan birahi senyap menyetubuhiku
duhai cinta…
apa aku melangkah
sia-sia?

Maafkan aku kalau telah memberimu pilihan seperti ini, bukannya aku bermaksud mengujimu atau membiarkan mu berlalu dalam hidupku. Sungguh itu adalah aku yang sebenarnya… sebelum semuanya terlanjur..

Aku begitu mencintaimu dalam keterbatasanku, aku hanya bisa berikan apa yang bisa aku berikan untukmu, selalu berusaha semampuku untuk ada di sisimu. Hanya itu yang bisa aku lakukan dengan segenap daya upayaku saat ini dalam mencintaimu. Toh, kalau seandainya kamu merasa aku belum begitu masuk dalam kriteria lelaki pilihanmu aku juga siap untuk melepas dirimu walau itu terasa berat bagi diri ini. Karena bagiku hidup adalah sebuah pilihan dan aku harus selalu siap dengan segala akibat yang harus aku terima.

SEBUAH CATATAN
Di dalam ketakutan ada keberanian sejati
bahwa satu cara untuk mengetahui ketakutanmu
adalah dengan menghadapinya
dan itu lah yang sedang aku lakukan sekarang

aku menghadapi semua ketakutan yang aku rasakan
dengan sebuah keyakinan
bahwa untuk mewujudkan sebuah impian
di butuhkan keberanian….
keberanian untuk percaya bahawa tidak ada
yang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini

buat aku setiap keputusan adalah untuk di evaluasi
karena nyesal gak pernah berguna apa apa
kalau buat aku akhir nya ini adalah kompromi
selalu ada harga yang harus kita bayar
untuk hal lain yang ingin kita raih

jadi kalaupun ada sesal dari aku
sekarang aku lebih mikir itu adalah harga
yang harus buat ada di sini

Tapi apa jawabanmu, sebuah kata-kata yang menurutku lebih puitis dari para penyair manapun. Sebuah kata-kata yang langsung menohok ke jantung hatiku. Sebuah puisi yang membuatku tak bisa berpaling selain ke dirimu. Sebuah jawaban yang membuat bahagia yang membuncah di hatiku dan memikul tanggung jawab yang besar dalam gelora yang maha dahsyat. Jawabanmu hanya singkat…

from : Fitri Sari Gustian
Satu rasaku
yaitu rasamu
Satu hatiku
yaitu hatimu
Satu sayangku
yaitu sayangmu
Satu cintaku
yaitu cintamu
dan …
Satu hidupku
yaitu dirimu …

Sari.. apa arti semua ini..? sekarang giliran aku yang merasa di tanya. Aku tak bisa menjanjikan apa-apa padamu. Aku tak bisa berkata romantis pada saat kamu menjawab ceritaku ini. Walau aku sedikit puitis tapi engkau tahu aku paling tak bisa merayumu dengan gombal dan sejuta kata cumbu, itu adalah kelemahanku. Aku hanya ingin kamu tahu… kamu adalah anugrah terindah yang di berikan ALLAH swt untuk diriku ini.
Tentang dirimu

apakah dirimu menyadari
bahwa betapa kuatnya cintaku padamu
tawa dan sedih hanya ada karenamu
aku tak pernah bisa melupakanmu
dan aku akan selalu mencintaimu
sampai ajal menjemputku

aku pasti akan selalu
mengagumimu dengan hatiku
di setiap jengkal indahnya
dan di setiap jengkal buruknya
ingin sekali kutunjukan
betapa berartinya senyummu
untukku
Sebab
kau adalah hadiah agung
dari TUHAN
untukku
Bidadari Cahaya mata hatiku

Filed under: Motivasi, Oase, Sajak Dan Puisi, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: