RUMAH DI TEPI LAUT

Ikon

Hanya Hati Yang Bisa Menggerakkan Aku Untuk Menulis

Tentang Adikku

tuk : chintya latifah (adinda tersayang)

pernah kah kuceritakan pada engkau
tentang bidadari kecilku
adikku tersayang

bila dia tersenyum
hilang lah risau di hatiku
bila ku kenang
risau dan rindu lah hatiku

sudah lama ku tak pulang
ingin ku jelang awal bulan ini
tak terkira sesak di dada

adikku sayang
ingin ku peluk waktu ku pulang
hilang kan penat di kampus yang tak juga usai

ahh
tak sabar rasanya hati menunggu
mendengar celoteh nya
tentang guru dan teman-teman nya
di sekolah merah puti

tentang tas baru, baju baru atau sepatu
yang sering di belikan amak untuk mu
di setiap hari pekan
engkau memang di manja…

tentang ceritamu
yang mengidola kan artis kontes idola cilik di tv
juga tentang kamu yang telah banyak hapal lagu pop masa kini
atau tentang buku gambarmu
yang sudah penuh lukisan karyamu

pernah ku tanya
apa cita-cita adik kalau sudah besar nanti?
dengan lugu kau menjawab
ingin menjadi dokter..
tapi setelah itu berubah lagi

ingin jadi seniman atau pelukis
ingin jadi model
terakhir engkau berkata
ingin jadi perancang busana saja
biar bisa sekolah ke paris katamu
ughh…
dari mana engkau tahu
kalau paris pusat nya mode

ahh tinggi benar cita-cita engkau
untuk ukuran anak kampung kita saat ini
tapi tak apalah
bercita-citalah selagi engkau bisa

tak seperti abang
yang masih juga terkungkung mengais ilmu
di ibukota provinsi kita ini

bila ku pulang
pasti engkau sudah beli baju lebaran saat ini
tak cukup satu pasti lebih
belum lagi dari onang
pasti dapat jatah juga

engkau memang sangat di manja
tak seperti abang mu ini di waktu kecil
kalau tak lebaran
sangat jarang lah dapat baju baru
walaupun bukan baju yang bermerek
memakai nya saja waktu hari raya
sangat lah tak terkira senangnya hati

tapi itu lah zaman abang dulu
zaman mu kini sangat lah jauh berbeda

engkau memang di manja
kadang terlalu di manja ku pikir
tak pernah di buat berkecil hati
kena marah saja tidak pernah
apa lagi dicubit amak..
kalau abang, jangan di kata lagi..
terlalu nakal dulu nya..

kadang ku gamang juga
seperti apa engkau besar nanti
dengan kemanjaan mu saat ini
aku takut tidak bisa
memenuhi impian dan cita-citamu

empat hari lagi abang pulang
tak sabar ku menahan rindu..
rindu akan semua nya

/*padang, pagi 26 agustus 08

Filed under: Motivasi, Oase, Sajak Dan Puisi

2 Responses

  1. dyan eka putri mengatakan:

    subhanallah…
    berlinang airmataku dan tersentuh hatiku membaca puisi ini …
    sep, kamu HEBAT !!! kamu kakak yang pantas untuk bidadari kecilmu itu… sangat pantas malah…

    sepenggal puisi untuk adikmu :

    dik, ku tak tau wajah ayu itu
    ku tak pernah melihat gurat indah itu
    ku belum sempat mencium pipimu
    ku belum pernah merangkulmu ke peluk ku
    namun ku merasa kenal dan tau dengan mu
    laki-laki itu yang mengaku kakak mu
    membuat sepenggal syair indah
    yang membuatku membayangkan mu
    membayangkan seorang bidadari lucu
    yang memenangkan hatinya,
    seorang kekasih impian
    yang sangat dicintainya

    dik, suatu saat akan ku temui kamu
    di sana, ditempat yang dia ceritakan
    di tempat kalian sering bersama
    di tempat yang kua yakin adalah surga kalian berdua

    semoga….

    Tokyo, 25 January 2010

  2. Risdayeni mengatakan:

    Smg cnta dpt myempurnakan kkrgn q… Ktk cinta mmj Tuhan br aq cinta, ku menanti cinta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: