RUMAH DI TEPI LAUT

Ikon

Hanya Hati Yang Bisa Menggerakkan Aku Untuk Menulis

Biskuit Bantuan PBB Mengandung Beling…?

Program Bantuan Makanan Tambahan dari WFP

SOE- Bantuan makanan tambahan dari lembaga Perserikatan bangsa Bangsa (PBB) melalui    World Food Programme (WFP) bikin geger warga. Pasalnya, dalam biskuit yang dijadikan      makanan untuk menambah gizi anak sekolah itu ditemukan berbagai bahan yang asing dan    berbahaya terhadap kesehatan, seperti beling atau pecahan kaca, kawat hingga benang jahit. Barang-barang yang membahayakan itu ditemukan para siswa SDN Oelekam Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Benda-benda asing ini sudah sering ditemukan para siswa. Sayang, ketika hasil temuan ini disampaikan kepada para guru, mereka malah tidak percaya. Namun, penemuan kali ini disampaikan Kepala Sekolah SDN Oelekam, Musa M Sanam didampingi Ketua Komite, Sefrit Nau sambil menunjukan kawat dan benang dalam biskuit kepada wartawan, Minggu (31/1) di SoE.

“Selama ini anak-anak sudah kasih tahu tapi saya dan guru-guru tidak percaya. Saya bilang anak-anak bohong, tidak mungkin ada benda-benda aneh dalam biskuit,” kata Musa Sanam.

Ternyata kali ini kata Musa, dirinya melihat langsung kalau laporan para siswanya selama ini benar. Barang buktinya pun masih disimpan oleh pihak sekolah. “Ibu dan pak wartawan silahkan lihat sendiri biskuit WFP yang berisi kawat, beling dan benang masih ada,” ujar Musa Sanam.

Ia menambahkan dari 70 siswa yang makan biskuit saat itu, tiga siswa yang menemukan kawat, beling dan benang dalam biskuit.

Benang ditemukan Sanggar Mnune, siswa kelas V, beling ditemukan Astin Mnune siswa kelas V dan kawat ditemukan Yanti Lasfeto, siswa kelas VI. “Saya menganjurkan kepada semua siswa sebelum biskuit dimakan terlebih dahulu harus dipecahkan bentuk lempengan untuk memastikan tidak ada sesuatu dalam biskuit baru dimakan,” katanya.

Musa Sanam mengaku sudah membuat laporan dan akan memberikan kepada Dinas PPO dan Perwakilan WFP di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk tindaklanjuti. Sebab, temuan benda asing ini sangat membahayakan kesehatan dan mengancam jiwa anak-anak yang mengkonsumsinya.

Dikatakan, siswa SDN Oelekam jumlahnya sebanyak 105 orang. Setiap hari tiap siswa dan guru kelas mendapatkan pembangian biskuit WFP sebanyak satu bungkus untuk dikonsumsi. Terakhir penyaluran bantuan biskuit WFP yang diterima di sekolah tersebut tanggal 5 Januari 2010.

Ketua Komite SDN Oelekam, Sefrit Nau minta Pemkab TTS dan WFP selaku penyalur bantuan agar menyikapi kejadian ini dengan serius karena menyangkut kesehatan maupun keselamatan banyak orang.

“Bantuan itu dapat mengancam keselamatan masyarakat banyak. Bayangkan saja bantuan biskuit itu disalurakan ke semua sekolah dasar dan posyandu-posyandu,” tegas Sefrit Nau.(r5/fuz/jpnn)

sumber   http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=57320

Filed under: Oase, Opini, Tak Berkategori

3 Responses

  1. mobil88 mengatakan:

    Tulisan Anda berinspirasi, teruslah berkarya…
    http://mobil88.wordpress.com

  2. Wempi mengatakan:

    Kalo gak ada niat bantu ya gak usah bantu, knapa ya?

    • SEPRIADI mengatakan:

      ” salam bg wempi. memang hal-hal yang seperti itu pengawasan dari kita bisa di katakan sedikit kurang. seperti peristiwa di lapangan yang kita temui ketika response waktu gempa sumbar kemarin, ada kita temui dan juga informasi dari masyarakat tentang bantuan-bantuan yang bermasalah. seperti barangnya sudah rusak dan sudah kadaluarsa.
      barang-barangnya pun bermacam-macam, sembako dan obat-obatan salah satu contohnya.
      dari informasi dari masyarakat ketika kami survey di lapangan bahwa ada bantuan dari sebuah lembaga di negri jiran berupa sembako, yang mana masa kadaluarsanya sudah lebih dari 7 bulan yang lewat dan aneh nya itu pun tetap di salurkan ke masyarakat. namun akhirnya bantuan itu tetap sia-sia, karena ketika masyrakat akan membagikan itu di posko dan di ketahui barang itu telah kadaluarsa maka akhirnya barang2 itupun di buang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: