RUMAH DI TEPI LAUT

Ikon

Hanya Hati Yang Bisa Menggerakkan Aku Untuk Menulis

Distribusi Pangan/Non-Pangan

  • Sistem distribusi yang dibangun sebaiknya sesuai dengan gaya hidup dan budaya masyarakat
  • Diperlukan transparensi yang tinggi dalam informasi dan kegiatan proyek.
  • Masyarakat diperlakukan dengan hormat dan sejuah mungkin terlibat dalam pengelolaan kegiatan distribusi
  • Perempuan perlu didukung untuk mengambil peran sentral dalam distribusi oleh karena tanggung jawab mereka atas pengelolaan sumber daya rumah tangga dan kesejahteraan keluarga
  • Tiap penerima barang pangan/non-pangan berhak untuk menerima apa yang telah dijanjikan

Prinsip-prinsip Distribusi yang Efektif

1. Pendaftaran

Pendaftaran adalah proses di mana teridentifikasi masyarakat akan menerima secara langsung bantuan pangan/non-pangan. Apabila pendaftaran akurat, maka distribusi pula akan akurat.

2. Transparensi

Keterbukaan dalam informasi dan perilaku kita merupakan cara yang sangat penting untuk membangun kepercayaan. Masyarakat penerima bantuan harus dapat percaya pada anda dan sistem yang akan digunakan.

3. Koordinasi

Dalam operasi darurat berskala besar, sangat mungkin beberapa lembaga sama-sama melakukan distribusi walaupun item atau wilayahnya berbeda. Bisa jadi bahwa lembaga-lembaga tersebut tidak memiliki tujuan atau pendekatan yang sama dalam pekerjaannya.

Semua upaya yang dilakukan perlu dikoordinasikan apabila kebutuhan masyarakat akan terpenuhi dengan baik. Diperlukan check – dan – balance dalam sistem yang digunakan, di mana tanggung jawab bisa terbagi antara orang-orang dan lembaga-lembaga yang terlibat.

Dengan demikian, akutabilitas kegiatan akan semakin tinggi, baik kepada donor maupun masyarakat penerima bantuan.

4. Fleksiblitas

Urusan-urusan praktis dalam kegiatan distribusi – misalnya waktu, frekuensi, lokasi dan prosedur – sebaiknya dibangun sesuai dengan pola hidup sehari-hari masyarakat setempat, termasuk perbedaan dalam peran laki-laki dan perempuan. Item-item yang didistribusikan harus tepat dan dapat diterima oleh masyarakat penerima.

5. Keikutsertaan

Sejauh mungkin, masyarakat harus terlibat aktif dalam pengelolaan kegiatan distribusi, dari proses pendaftaran sampai mengorganisir proses distribusi dan pengeloloaan stok barang di lokasi. Pada tahap awal dalam suatu situasi darurat, bisa jadi partisipasi tinggi merupakan tujuan yang mustahil tercapai. Akan tetapi apabila prinsip ini tetap dipegang, maka langkah-langkah konkrit bisa diambil untuk memperkuat organisasi masyarakat dan sistem perwakilan yang mereka bangun.

Membangun mekanisme-mekanisme partisipasi masyarakat merupakan cara yang sangat penting untuk  mengembangkan komitmen masyarakat untuk menjalankan kegiatan dengan lancar. Keikutsertaan dalam pertemuan dan diskusi warga menciptakan suasana di mana masyarakat dapat mendukung dan mengambil peran dalam kegiatan yang dilakukan. Dialog rutin, terutama dengan perempuan, bermanfaat untuk menjamin bahwa kegiatan distribusi yang dilakukan tetap pada jalur yang benar sekalipun kebutuhan masyarakat mengalami perubahan.

6. Harus Realistis

Operasi bantuan darurat, sekalipun tersusun rapi dengan sumber daya yang memadai, tetap akan mengalami kekurangan. Tetap ada kemungkinan terjadi penyelewengan dan orang-orang yang berhak mendapatkan bantuan yang tidak mendapatkan porsinya. Aset yang paling berharga dalam kegiatan distribusi adalah kejelasan pada tiap tahap pelaksanaan.

Kebingungan dapat dihindari dengan kejelasan faktor-faktor di bawah ini:

  • Tujuan distribusi
  • Asumsi-asumsi yang menjadi dasar distribusi
  • Peran dan tanggung jawab semua pihak yang terlibat
  • Kriteria yang ditentukan untuk menerima bantuan
  • Proses distribusinya sendiri
  • Prosedur yang diikuti dalam proses, misalnya pengelolaan barang
  • Informasi yang disebarluaskan
  • Kriteria untuk menghentikan distribusi

Filed under: Disaster, Motivasi, Oase, Opini, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: