RUMAH DI TEPI LAUT

Ikon

Hanya Hati Yang Bisa Menggerakkan Aku Untuk Menulis

Bambu Berguna Untuk Penanganan Pasca Bencana

Bandung – Pemanfaatan bambu untuk menunjang kehidupan manusia kebanyakan masih digunakan secara sederhana. Di Indonesia sendiri pemanfaatan bambu terutama hanya digunakan pada berbagai perabot tradisional saja. Hal ini membuat nilai guna, seni, maupun ekonomi bambu yang banyak terdapat di Indonesia menjadi stagnan.

Salah satu potensi bambu adalah dapat digunakan untuk penanganan pasca bencana. Karena bambu merupakan material yang elastis dan mampu menahan beban yang berat jika dibentuk dengan baik, tumbuhan ini dapat dimanfaatkan menjadi berbagai alat yang dapat membantu penanganan bencana yang banyak terjadi di Indonesia.

Untuk dapat meningkatkan nilai guna dan seni bambu ini, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB bekerja sama dengan Musashino Art University (MAU) Jepang mengadakan Musashino Art University – Desain Produk Industri FSRD ITB International Design Workshop and Seminar on Bamboo and Sustainable Life dengan tema “Tsunami and Post-Disaster Reconstruction”.

“Acara bertemakan “Bamboo, Tsunami and Sustainable Life” ini terbangun atas kesadaran bersama bahwa material bambu merupakan potensi penting bagi penanganan pasca bencana,” tulis panitia dalam email yang diterima detikbandung.

Dalam acara ini akan dipamerkan beberapa inovasi produk bambu dari kedua lembaga ini. Karya-karya dari insan akademisi  ITB dan MAU merupakan hasil aplikasi teknologi EDS Bamboo (Ecology Diversity Synergy). Beberapa karya penting adalah kubah dari struktur polyhedric (Desainer: Takaaki Bando). Struktur polyhedric ini bersumber dari teori synergetic Buckminster Fuller (Arsitek dan desainer Amerika, 1895-1983).

Selain dimanfaatkan untuk material penunjang penanggulangan bencana, dalam acara ini pun akan diberikan seminar tentang pemanfaatan bambu untuk pemberdayaan komunitas. Sehingga nilai ekonomi bambu bisa semakin meningkat dengan pemanfaatan bambu untuk digunakan menjadi perabot atau aksesoris yang memiliki nilai seni.

Pameran karya-karya yang dibuat dari bambu hasil kreasi dari ITB dan MAU ini akan digelar hingga Senin (8/3/2010) di Campus Centre Timur ITB. Ada pun seminar bertema “Bamboo Design and Sustainable Life” yang terbuka untuk umum pada Senin, pukul 14.00 WIB di Auditorium Campus Centre Timur ITB.

(lom/lom)

Tendi Mahadi – detikBandung

Filed under: Community Development, Disaster, Motivasi, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: