Community Development, Motivasi, Oase

EMAK INGIN NAIK HAJI

Plot :Emak, wanita usia lanjut yang sabar, tulus, dan penuh kebaikan hati, seperti umat Islam lainnya, sangat ingin menunaikan ibadah haji. Sayangnya, Emak tidak memiliki biaya untuk mewujudkan keinginannya. Emak sehari-hari berjualan kue dan juga dari Zein, anaknya yang duda, penjual lukisan keliling. Walaupun Emak tahu bahwa pergi haji adalah hal yang sulit diraih, Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak, berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak.

Tapi, keterbatasannya sebagai penjual lukisan keliling, serta masalah-masalah yang diwarisinya dari perkawinannya yang gagal, menyebabkan Zein hampir-hampir putus asa dan nekat. Sementara, tetangga Emak yang kaya raya sudah beberapa kali menunaikan haji, apalagi pergi umroh. Di tempat lain ada orang berniat menunaikan haji hanya untuk kepentingan politik Baca lebih lanjut

Iklan
Community Development, Disaster, Motivasi

Bambu Berguna Untuk Penanganan Pasca Bencana

Bandung – Pemanfaatan bambu untuk menunjang kehidupan manusia kebanyakan masih digunakan secara sederhana. Di Indonesia sendiri pemanfaatan bambu terutama hanya digunakan pada berbagai perabot tradisional saja. Hal ini membuat nilai guna, seni, maupun ekonomi bambu yang banyak terdapat di Indonesia menjadi stagnan.

Salah satu potensi bambu adalah dapat digunakan untuk penanganan pasca bencana. Karena bambu merupakan material yang elastis dan mampu menahan beban yang berat jika dibentuk dengan baik, tumbuhan ini dapat dimanfaatkan menjadi berbagai alat yang dapat membantu penanganan bencana yang banyak terjadi di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Community Development, Motivasi, Oase, Opini

UN SMA, 99 Persen Bocoran Cocok

KEDIRI, KOMPAS.com – Pengusutan terhadap beredarnya kunci jawaban ilegal ujian nasional (UN) tingkat SMA di Kota Blitar oleh aparat Polresta mulai membuahkan hasil. Ternyata 99 persen kunci jawaban itu cocok dengan hasil pengerjaan soal. Akurasi bocoran kunci jawaban itu diketahui setelah aparat kepolisian membandingkannya dengan hasil pengerjaan soal UN oleh para guru.

“Dari hasil perbandingan tersebut, diketahui bocoran jawaban melalui pesan singkat atau SMS yang beredar, sekitar 99 persen cocok atau sesuai dengan jawaban yang benar menurut pengerjaan para guru yang dikoordinasi pihak Dinas Pendidikan Daerah (Dikda),” kata Kasat Reskrim Polresta Blitar, AKP Purdiyanto, Minggu (28/3/2010). Purdiyanto menambahkan, pencocokan memang tidak mungkin dilakukan dengan kunci jawaban UN yang asli. Sebab, kunci jawaban yang asli tidak bisa diminta sembarangan tetapi harus harus dengan seizin Dinas Pendidikan provinsi. Baca lebih lanjut

Community Development, Motivasi, Opini

Mempersiapkan Studi ke Inggris? Yuk, Mariii…

Selain nilai akademik, salah satu syarat lainnya adalah nilai kemampuan Bahasa Inggris, baik menggunakan IELTS ataupun TOEFL, sehingga pastikan diri, bahwa kamu sudah memenuhi kualifikasi itu.

KOMPAS.COM – Terdapat lebih dari 350 universitas di Inggris, yang masing-masing memiliki spesialisasi dan keunggulan pada bidang-bidang studi tertentu untuk dijadikan pilihan dan tujuan studi.

Beberapa langkah ini bisa dijadikan panduan untuk memilih Inggris sebagai negara tujuan studi kamu. Tidak sulit, tapi juga tak segampang yang kamu kira!

– Tentukan terlebih dahulu bidang studi yang ingin kamu ambil sesuai minat dan potensi di masa datang.

– Lakukan riset mengenai pilihan universitas yang ada dan kota tempat kamu akan menetap. Kemudian, sesuaikan hasil riset tersebut dengan kebutuhan kamu. Tentunya, akan sulit beradaptasi jika ternyata kamu membuat pilihan yang keliru. Baca lebih lanjut

Disaster, Motivasi, Oase, Opini

Distribusi Pangan/Non-Pangan

  • Sistem distribusi yang dibangun sebaiknya sesuai dengan gaya hidup dan budaya masyarakat
  • Diperlukan transparensi yang tinggi dalam informasi dan kegiatan proyek.
  • Masyarakat diperlakukan dengan hormat dan sejuah mungkin terlibat dalam pengelolaan kegiatan distribusi
  • Perempuan perlu didukung untuk mengambil peran sentral dalam distribusi oleh karena tanggung jawab mereka atas pengelolaan sumber daya rumah tangga dan kesejahteraan keluarga
  • Tiap penerima barang pangan/non-pangan berhak untuk menerima apa yang telah dijanjikan

Baca lebih lanjut

Disaster, Motivasi, Opini

Peningkatan Kapasitas (tanggap darurat)

Dapat dikatakan bahwa situasi darurat adalah kondisi ketidakberdayaan yang sangat ekstrim. Krisis terjadi karena masyarkat kehilangan kontrol atas lingkungan sosial, politik dan ekonomi di mana mereka tinggal.

Ketidakberdayaan ini dapat dibuat lebih parah apabila bantuan yang diberikan tidak menghargai dan meningkatkan kapasitas mereka dan cara-cara masyarakat menyesuaikan diri dengan situasi yang ada. Dengan kata lain, menciptakan marginalisasi atau kerentanan baru.

Masyarakat yang terkena dampak suatu krisis dianggap “korban”. Bahasa yang digunakan mengenai penanganan situasi darurat cenderung menempatkan mereka dalam posisi yang pasif. Tindakan yang diambil akan cenderung fokus ke bantuan-bantuan material, seolah-olah benda dapat menyelesaikan masalah.

Pemikiran seperti ini mengakibatkan, antara lain:

  • Menempatkan orang sebagai korban yang pasif tidak memberikan kesempatan untuk peningkatan kekuatan dan kapasitas yang ada. Dengan demikian kekayaan kearifan lokal juga diabaikan.
  • Analisis kerentanan, sekalipun penting untuk identifikasi siapa yang memiliki risiko yang paling tinggi, juga dapat memperkuat stereotip dan anggapan-anggapan umum dalam suatu masyarakat mengenai siapa yang kuat dan siapa yang lemah.
  • Walaupun bantuan material memang dibutuhkan, dukungan lainnya tidak kalah penting, terutama pengembangan organisasi masyarakat.

Baca lebih lanjut

Disaster, Motivasi, Opini, Tak Berkategori

Prinsip-prinsip Penanganan Situasi Darurat

1.        Menetapkan Tujuan dan Cara Kerja

Semua penanganan situasi darurat seharusnya dapat:

  • Memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang paling rentan dengan cara yang efektif dan peka terhadap kondisi yang ada.
  • Membangun kekuatan mereka yang terkena krisis dan mendukung cara-cara penyesuaian yang ada.
  • Mempertimbangkan perbedaan dalam kebutuhan, prioritas dan sumber daya perempuan dan laki-laki.
  • Memberikan kontribusi terhadap tujuan dan potensi untuk pemberdayaan dalam jangka panjang.
  • Identifikasi kemungkinan untuk memperjuangkan perubahan dalam kebijakan-kebijakan dan dengan demikian mencapai dampak yang lebih luas.
  • Menentukan kriteria yang jelas untuk menarik diri dari pekerjaan yang dilakukan dan membentuk suatu mekanisme untuk mengukur sejauhmana kriteria tersebut dapat dipenuhi.

Baca lebih lanjut